Usir rasa bosan selama pandemik covid 19
Usir rasa bosan selama pandemik covid 19 dengan permainan tradional
Untuk mengatasi kebosanan selama beraktivitas di rumah selama pandemi COVID-19, ada sejumlah aktivitas dilakukan bersama keluarga. Salah satunya melakukan permainan tradisional. Kegiatan ini pun dapat dilakukan setiap hari pada pagi dan sore hari.
Ada sejumlah permainan tradisional dapat dilakukan di rumah. Bahkan dengan berpikir kreatif, alat-alat atau komponen di rumah dapat dijadikan permainan. Selain itu, menurut dia, selama pandemi COVID-19 ini, masyarakat yang dapat menjadi penggerak utama untuk mengenalkan permainan tradisional terutama kepada anak-anak.
Sejumlah permainan tradisional yang dapat dilakukan saat di rumah saja antara lain ada yoyo, keke’an, gasing, kelereng, tekotek, ular tangga, sontoloyo, sebulan, terjung payung, kitiran tangan, kitiran T, dakon atau congklak, bekel, hulahop, orang2an, kitiran UFO, monopoli, lompat tali, tembak air,selebor - seleboran,dong - dongan,sekit - sekitan dan ketepel.
Pada permainan diatas dapat dilakukan di rumah dengan memanfaatkan alat-alat di rumah. Ia mencontohkan seperti engkle. Jadi dengan memakai ubin rumah kemudian dibatasi dengan lapban hitam dan kuning untuk membuat permainan engkle di rumah. Selanjutnya, membuat permainan tradisional bekel. Menurut dia, bola bekel dapat dibuat dari kertas kemudian dililiti dengan karet dalam jumlah banyak. Sedangkan untuk biji bekel juga dibuat dari kertas.
Selain bekel, orangtua bersama anak juga bisa bermain ketepel karet dan botol. Jadi menjatuhkan botol dengan memakai ketepel karet. Mustofa menambahkan, permainan dakon atau congklak juga bisa dibuat di rumah dengan memakai gelas mineral, gelas mineral digunting kemudian disambung hingga menyerupai dakon atau congklak. Di tengah pandemi COVID-19, aktivitas semua dilakukan di rumah termasuk bekerja. Hal ini membuat kesibukan bertambah di rumah dan waktu bermain dengan anak bisa jadi belum optimal.

'' Manfaat permainan Tradisional "
Meski melakukan permainan tradisional di rumah juga memiliki sejumlah manfaat untuk anak. Pertama, dengan mengenalkan permainan tradisional dapat melatih kreativitas anak dan orang dewasa. Hal itu lantaran alat-alat yang ada di sekitar kita juga bisa dijadikan permainan.
Ini juga sangat berkaitan dengan filososi permainan itu, ada dari diri kita sendiri, alam atau lingkungan sekitar dan Tuhan. Dengan ada COVID-19 ini maka alam atau lingkungan sekitar itu, bisa dengan menggunakan alat yang ada di sekitar kita.Kedua, melakukan permainan tradisional mengenalkan norma hukum. “Jadi ada aturan permainan, kalau kalah itu seperti apa dan menang seperti apa, (ada kesepakatan dalam permainan tersebut).
Ketiga, permainan tradisional juga mengenalkan arti sportivitas dan kejujuran. Keempat, permainan tradisional juga mengenalkan anak kepada alam. "Anak-anak akan bertanya kenapa tanah tidak bisa dibangun kalau belum dicampur semen dll.
melakukan permainan tradisional juga tidak menjadi halangan selama pandemi covid 19.
Untuk mengatasi kebosanan selama beraktivitas di rumah selama pandemi COVID-19, ada sejumlah aktivitas dilakukan bersama keluarga. Salah satunya melakukan permainan tradisional. Kegiatan ini pun dapat dilakukan setiap hari pada pagi dan sore hari.
Ada sejumlah permainan tradisional dapat dilakukan di rumah. Bahkan dengan berpikir kreatif, alat-alat atau komponen di rumah dapat dijadikan permainan. Selain itu, menurut dia, selama pandemi COVID-19 ini, masyarakat yang dapat menjadi penggerak utama untuk mengenalkan permainan tradisional terutama kepada anak-anak.
Sejumlah permainan tradisional yang dapat dilakukan saat di rumah saja antara lain ada yoyo, keke’an, gasing, kelereng, tekotek, ular tangga, sontoloyo, sebulan, terjung payung, kitiran tangan, kitiran T, dakon atau congklak, bekel, hulahop, orang2an, kitiran UFO, monopoli, lompat tali, tembak air,selebor - seleboran,dong - dongan,sekit - sekitan dan ketepel.
Pada permainan diatas dapat dilakukan di rumah dengan memanfaatkan alat-alat di rumah. Ia mencontohkan seperti engkle. Jadi dengan memakai ubin rumah kemudian dibatasi dengan lapban hitam dan kuning untuk membuat permainan engkle di rumah. Selanjutnya, membuat permainan tradisional bekel. Menurut dia, bola bekel dapat dibuat dari kertas kemudian dililiti dengan karet dalam jumlah banyak. Sedangkan untuk biji bekel juga dibuat dari kertas.
Selain bekel, orangtua bersama anak juga bisa bermain ketepel karet dan botol. Jadi menjatuhkan botol dengan memakai ketepel karet. Mustofa menambahkan, permainan dakon atau congklak juga bisa dibuat di rumah dengan memakai gelas mineral, gelas mineral digunting kemudian disambung hingga menyerupai dakon atau congklak. Di tengah pandemi COVID-19, aktivitas semua dilakukan di rumah termasuk bekerja. Hal ini membuat kesibukan bertambah di rumah dan waktu bermain dengan anak bisa jadi belum optimal.
'' Manfaat permainan Tradisional "
Meski melakukan permainan tradisional di rumah juga memiliki sejumlah manfaat untuk anak. Pertama, dengan mengenalkan permainan tradisional dapat melatih kreativitas anak dan orang dewasa. Hal itu lantaran alat-alat yang ada di sekitar kita juga bisa dijadikan permainan.
Ini juga sangat berkaitan dengan filososi permainan itu, ada dari diri kita sendiri, alam atau lingkungan sekitar dan Tuhan. Dengan ada COVID-19 ini maka alam atau lingkungan sekitar itu, bisa dengan menggunakan alat yang ada di sekitar kita.Kedua, melakukan permainan tradisional mengenalkan norma hukum. “Jadi ada aturan permainan, kalau kalah itu seperti apa dan menang seperti apa, (ada kesepakatan dalam permainan tersebut).
Ketiga, permainan tradisional juga mengenalkan arti sportivitas dan kejujuran. Keempat, permainan tradisional juga mengenalkan anak kepada alam. "Anak-anak akan bertanya kenapa tanah tidak bisa dibangun kalau belum dicampur semen dll.
melakukan permainan tradisional juga tidak menjadi halangan selama pandemi covid 19.
Komentar
Posting Komentar